Ramadhan Pertamaku..

Dalam memaknai Ramadhan, setiap orang memiliki caranya masing-masing. Ada yang susah karena tiba-tiba pengeluaran untuk belanja menjadi membengkak (biasanya ibu-ibu), ada yang biasa saja hanya tidak makan dan minum di siang hari, atau yang lainnya.

Sekarang ini sudah memasuki bulan Sya’ban. Meski masih 20 hari lagi, tapi hawa-hawa Ramadhan itu sudah begitu terasa. Tidak tau kenapa, padahal panasnya juga sama, harinya juga sama. Tapi, entahlah.. pokoknya ada yang beda.

Kalau saya, selalu berusaha memaknai setiap Ramadhan yang masih Allah karuniakan untuk saya lalui. Dengan cara menjadikan setiap Ramadhan adalah Ramadhan pertama saya. Lho, kok bisa?

Ini dimulai saat saya kelas dua di Sekolah Menengah Atas. Ramadhan waktu itu begitu spesial, sebab itu adalah Ramadhan pertama saya bisa sholat lima waktu secara rutin. Hehe, bukannya mau membuka aib, tapi itulah kenyataan. Setiap orang memiliki tahapan prosesnya masing-masing. Demikian pula saya. Saat itu Ramadhan saya begitu istimewa.

Dimulai dari itu, Ramadhan-Ramadhan berikutnya selalu saya tandai sebagai Ramadhan pertama. Setelah itu saat kelas tiga SMA, Ramadhan pertama saya saat keluarga saya sudah sholat rutin juga. Waktu itu iklim ruhani begitu terasa di keluarga saya.

Berikutnya, adalah Ramadhan pertama di bangku Perguruan Tinggi. Selain itu, sangat berkesan karena itulah Ramadhan pertama saya mengenakan jilbab. Dengan iklim yang sangat terasa karena berada di dekat komunitas yang selalu mengingatkan. Meskipun waktu itu aktivitas di kampus luar biasa banyak. Hampir tiada hari tanpa buka bersama. Hehe, maklum, tahun pertama di kampus.

Tahun kedua di kampus, adalah Ramadhan pertama saya pakai rok. Yap, sebuah proses mengantarkan saya menjadi seorang muslimah seutuhnya (dari segi berpakaian ^_^). Dan seterusnya.

Nah, kalau tahun ini adalah Ramadhan pertama saya.. apa ya? Semoga tahun ini adalah Ramadhan pertama dimana saya merasa menjadi orang yang ”berbeda”. Lho, kok bisa? Ya, karena setelah Ramadhan tahun kemarin, subhanallah.., Dia menempa saya dengan tarbiyah-tarbiyah yang luar biasa. Semua tarbiyah itu benar-benar telah menampar, menendang dan menohok saya di titik terlemah.

Semoga Ramadhan ini menjadi momentum perbaikan yang luar biasa. Buat saya, juga buat Anda. Sampai kapan pun, selama Ramadhan masih diperkenankan menghampiri, saya selalu berharap akan menjadi Ramadhan pertama saya. Amin..

Bagaimana dengan Anda?

4 Comments »

  1. inungyasha Said:

    semoga dapat disampaikan kepada Ramadhan pertamamu berikutnya…
    amiinn.. ^_^

  2. agus cuprit Said:

    apa beda sonia dan rosina? satu berkacamata, satunya nggak!

    Ohya, apa kabar dek? sedang sibuk apa? hemm selalu jadi ramadhan yang pertama? keren juga motivasinya….

    Subhanallah, tak terasa ya… dah empat tahun berlalu setelah saya mengenal kalian. Kini kalian jadi top abiz…semoga istiqomah!

  3. imam er Said:

    kalo yang ini rosina kembarannya sonia yang juga sama-sama kembar, ya to…?
    Aku link ya Mbak….

  4. ariana Said:

    mb, blog nya saya link ya,, sama punya mba sonia sekalian ya… terimakasih


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.